WARTA 24 NUSA TENGGARA TIMUR

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Bupati Ngada Diduga Terima Rp 4,1 Miliar dari Proyek Rp 54 Miliar

Posted by On 20.47

Bupati Ngada Diduga Terima Rp 4,1 Miliar dari Proyek Rp 54 Miliar

Bupati Ngada, NTT, Marianus Sae.Kompas/Frans Sarong Bupati Ngada, NTT, Marianus Sae.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bupati Ngada Marianus Sae diduga menerima suap dari Dirut PT Sinar 99 Permai, Wilhelmus Iwan Ulumbu terkait sejumlah proyek di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Dalam kasus ini, keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Wilhelmus merupakan salah satu kontraktor di Kabupaten Ngada yang kerap mendapatkan proyek di Kabupaten Ngada sejak 2011.

Dalam kasus ini, Marianus diduga menerima suap Rp 4,1 miliar dari Wilhelmus.

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjait an mengatakan, suap untuk Marianus ada yang diberikan secara tunai maupun lewat transfer bank.

"Total uang baik yang ditransfer maupun diserahkan cash oleh WIU kepada MSA sekitar Rp 4,1 miliar," kata Basaria, dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (12/2/2018).

(Baca juga: Terjaring OTT KPK, Bupati Ngada Tetap Boleh Kampanye)

Rinciannya, Marianus menerima Rp 1,5 miliar pada November 2017 secara tunai di Jakarta. Kemudian Rp 2 miliar diberikan lewat transfer bank pada Desember 2017.

Selanjutnya pada 16 Januari 2018, Marianus merima lagi Rp 400 juta dari Wilhelmus di rumah bupati. Terakhir yakni Rp 200 juta yang juga diberikan di rumah bupati.

Selain itu, suap ini juga diduga terkait dengan sejumlah proyek di Pemkab Ngada untuk 2018. Marianus diduga menjanjikan proyek-proyek tersebut dapat digarap Wilhelmus.

Proyek-proyek itu yakni pembangunan jalan Poma Boras senilai Rp 5 miliar, jembatan Boawae Rp 3 miliar, jalan r uas Ranamoeteni Rp 20 miliar, ruas jalan Riominsimarunggela Rp 14 miliar, ruas jalan Tadawaebella senilai Rp 5 miliar, ruas jalan Emerewaibella Rp 5 milair, dan ruas jalan Warbetutarawaja Rp 2 miliar.

Nilai total proyek-proyek tersebut yakni Rp 54 miliar.

Dalam kasus ini, Wilhelmus disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Sementara Marianus disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • KPK Operasi Tangkap Tangan Bupati Ngada Marianus Sae

Berita Terkait

Berstatus Tersangka, Bupati Ngada Tetap Sah sebagai Paslon jika Penuhi Syarat

KPK Tetapk an Bupati Ngada Marianus Sae sebagai Tersangka

Cerita Petinggi PDI-P Soal Hilangnya Bupati Ngada Sebelum Ditangkap KPK

Kado Pahit untuk Bupati Ngada Jelang Hari Menentukan...

Terkait Penangkapan Bupati Ngada, Anggota DPRD NTT Ini Mengaku Prihatin

Terkini Lainnya

Dilaporkan Gerindra, Ananda Sukarlan Gandeng LBH GP Ansor

Dilaporkan Gerindra, Ananda Sukarlan Gandeng LBH GP Ansor

Nasional 0 3/03/2018, 11:26 WIB Penembakan di Michigan, Remaja Bunuh Orangtuanya

Penembakan di Michigan, Remaja Bunuh Orangtuanya

Internasional 03/03/2018, 11:23 WIB Anies Hadiri Pengukuhan Bidan Delima Provinsi DKI Jakarta

Anies Hadiri Pengukuhan Bidan Delima Provinsi DKI Jakarta

Megapolitan 03/03/2018, 11:09 WIB Air Mata Bahagia Sang Ibu untuk TKI Ida

Air Mata Bahagia Sang Ibu untuk TKI Ida

Regional 03/03/2018, 10:59 WIB Cerita soal Ojek Online Punya Jaringan Luas hingga Gagalkan Pencurian Motor

Cerita soal Ojek Online Punya Jaringan Luas hingga Gagalkan Pencurian Motor

Megapolitan 03/03/2018, 10:48 WIB Ada Truk Terperosok, Jalan Trans Sulawesi Macet Total Selama 2 Jam

Ada Truk Terperosok, Jalan Trans Sulawesi Macet Total Selama 2 Jam

Regional 03/03/2018, 10:01 WIB Iseng Jajal Senapan Angin, Penjual Soto Ayam Tembak Seorang Wanita

Iseng Jajal Senapan Angin, Penjual Soto Ayam Tembak Seorang Wanita

Megapolitan 03/03/2018, 09:46 WIB Wacana Penghapusan Pidana Jika Pejabat Kembalikan Uang Korupsi, Antara Opini dan Mispersepsi

Wacana Penghapusan Pidana Jika Pejabat Kembalikan Uang Korupsi, Antara Opini dan Mispersepsi

Nasional 03/03/2018, 09:39 WIB Operasi Simpatik, Pelanggar Lalu Lintas di Nunukan akan 'Dihukum' Berdoa

Operasi Simpatik, Pelanggar Lalu Lintas di Nunukan akan "Dihukum" Berdoa

Regional 03/03/2018, 09:28 WIB TransJakarta Hadirkan Armada Bagi Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok

TransJakarta Hadirkan Armada Bagi Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok

Megapolitan 03/03/2018, 08:42 WIB Kisah TKI Ida 9 Tahun Hilang Komunikasi dengan Sang Ibu

Kisah TKI Ida 9 Tahun Hilang Komunikasi dengan Sang Ibu

Regional 03/03/2018, 08:42 WIB Petugas 'Manfaatkan' Teman Sekolah untuk Tangkap Tahanan yang Kabur

Petugas "Manfaatkan" Teman Sekolah untuk Tangkap Tahanan yang Kabur

Regional 03/03/2018, 08:28 WIB Bawaslu Dianggap Tak Punya Alasan Tolak Gugatan PBB

Bawaslu Dianggap Tak Punya Alasan Tolak Gugatan PBB

Nasional 03/03/2018, 07:45 WIB Jika Terpilih di Pileg 2019, PSI Wajibkan Calegnya Lapor Kinerja ke Medsos

Jika Terpilih di Pileg 2019, PSI Wajibkan Calegnya Lapor Kinerja ke Medsos

Nasional 03/03/2018, 07:25 WIB Polisi: Roro Fitria Tak Pernah Sampaikan Nama Artis Lain yang Terlibat Narkoba

Polisi: Roro Fitria Tak Pernah Sampaikan Nama Artis Lain yang Terlibat Narkoba

Megapolitan 03/03/2018, 07:05 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Ngada

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »