WARTA 24 NUSA TENGGARA TIMUR

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Perwira Polisi dan TNI yang Maju Pilkada Berpotensi Lakukan ...

Posted by On 01.01

Perwira Polisi dan TNI yang Maju Pilkada Berpotensi Lakukan ...

Perwira Polisi dan TNI yang Maju Pilkada Berpotensi Lakukan Pelanggaran

Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto perlu diingatkan memberi sanksi kepada para bawahannya

29 Desember 2017 19:02 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Banyak bakal calon kepala daerah yang sudah mulai 'unjuk muka' di hadapan publik menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2018. Tak hanya yang berlatar belakang polisi partai, tetapi juga para Aparatur Sipil N egara (ASN) termasuk perwira Polisi dan TNI.

Fritz Edward Siregar: Ada Potensi Konflik Jika Anggota TNI-Polri Maju Pilkada 2018

Dari tubuh Polri dan TNI, misalnya, sejumlah nama telah diketahui akan maju di Pilkada serentak 2018, baik Pilkada Bupati maupun Pilkada Gubernur. Sebut saja Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi yang yang akan maju di Pilkada Sumatera Utara, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Safaruddin di Kalimantan Timur, Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Irjen Pol Anton Charliyan di Pilkada Jawa Barat, Komandan Brigade Mobil Polri Irjen Murad Ismail di Maluku, Kapolres Manggarai AKBP Marselis Sarimin dan sejumlah aparat polri dan TNI lainnya.

Baliho, sticker, dan gambar para bakal calon itu kini berseberan di berbagai tempat umum. Berbagai foto bakal calon dengan berbagai latar belakang busana ditampilkan di papan-papan publik. Namun, tak jarang, seorang bakal calon menampilkan foto dengan seragam dinasnya.


Koalisi PKS, Gerindra dan PAN Umumkan Balon Cagub-Cawagub Pilkada 2018

Hal tersebut dinilai berpotensi sebagai bentuk maladministrasi. Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto perlu diingatkan memberi sanksi kepada para bawahannya yang hendak mengikuti pemilihan kepala daerah yang memajang foto baliho dengan seragam dinasnya. Pasalnya, hal itu tak diatur dalam tupoksinya.
"Memang ada tupoksinya yang bersangkutan itu pasang baliho? Nggak ada tupoksinya. Makanya kami dari jauh jauh hari mengingatkan ya 'clear' aja kalau memang mau jadi calon gubernur ya pakai pakaian sipil. Jangan bilang saya panglima apa, saya Kapolda apa," kata Komisioner Ombudsman RI, Adrianus Meliala di Jakarta, Jumat (29/12/2017).
"Makanya saya katakan karena kami lembaga yang mengawasi semua, maka kami katakan TNI/Polri untuk sama-sama menjaga anggotanya untuk tidak terlalu jauh ke arena-arena yang seharusnya bisa mengindikasikan (pelanggaran)," imbuh Adrianus.
Selain kepada Kapolri dan Panglima TNI, Adrianus juga mengingatkan Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) agar memperhatikan hal itu.
"Mungkin memang belum masuk pada kampanye. Dia belum jadi calon. Tapi kan penegakannya administratif," katanya.

Ancaman Politik SARA di Pilkada 2018, Pengamat: Perlu Langkah-Langkah Kultural

Penulis : Marselinus Gunas
Dapatkan update berita Jitunews.com via Email, klik di sini!
Sumber: Google News | Warta 24 Manggarai Timur

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »