WARTA 24 NUSA TENGGARA TIMUR

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Forkom P2HP NTT Luncurkan Modul Sekolah Demokrasi

Posted by On 20.20

Forkom P2HP NTT Luncurkan Modul Sekolah Demokrasi

Forkom P2HP NTT Luncurkan Modul Sekolah Demokrasi

Modul itu nantinya digunakan sebagai dasar untuk menyusun dan merumuskan program peningkatan kapasitas kaum perempuan

Forkom P2HP NTT Luncurkan Modul Sekolah DemokrasiPOS KUPANG/EDY HAYONPenyerahan modul sekolah demokrasi perempuan versi diskusi kampung dari pakar politik, Drs. Marianus Kleden, M.Si kepada Ketua Forkom P2HP NTT, Dra. Mien Pattymangoe-Hadjon, Rabu (29/11/2017).

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Edy Hayon

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Forum Komunikasi (Forkom) Pemerhati dan Perjuangan Hak-hak Perempuan (P2HP) NTT dalam rapat kerja (raker) bersama berhasil meluncurkan modul sekolah demokrasi versi diskusi kamp ung.

Modul itu nantinya digunakan sebagai dasar untuk menyusun dan merumuskan program peningkatan kapasitas kaum perempuan sehingga bisa berkiprah di semua level pembangunan baik di daerah maupun di tingkat nasional.

Dalam siaran pers Forkom P2HP NTT yang dikirim ke Pos Kupang, Kamis (30/11/2017) menyebutkan, kegiatan raker yang berlangsung tanggal 28-29 Nopember 2017 di Aula Asrama Haji Kupang menghadirkan 32 peserta dari Forkom P2HP NTT dan Kabupaten/kota se-NTT.

Pada raker ini, ada kesepakatan pembuatan modul sekolah demokrasi perempuan versi diskusi kampung.

Modul ini, sebagai pijakan setiap forkom untuk merumuskan program-program dalam satu tahun berjalan dengan melaksanakan berbagai kegiatan yang mendukung peran perempuan.

Ketua Forkom P2HP NTT, Dra. Mien Pattymangoe-Hadjon, dalam sekapur sirihnya mengatakan, raker ForkomP2HP se-NTT ini merupakan ajang evaluasi program, sharing program, membahas masalah dan hambatan serta menetapkan rekomenda si untuk langkah pelaksanaan program selanjutnya yang tidak menukik namun membumi dalam wujud implementasi program.

Menurut Mien, sekolah demokrasi perempuan versi diskusi kampung ini merupakan proses belajar demokrasi dengan menggunakan metode diskusi, dialog, advokasi dan rekonsilisasi dengan menggunakan pendekatan feminitas yang dimulai dari desa.

Tujuannya, kata orator kawakan di NTT ini, untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas demokrasi bagi perempuan, buka saja demokrasi dalam bidang politik tetapi juga demokrasi dalam bidang pendidikan, ekonomi, juga kesehatan dan sosial budaya.

Diharapkan dengan adanya sekolah demokrasi perempuan versi diskusi kampung, akan memberikan pencerhaan demokrasi bagi perempuan serta meningkatnya jumlah keterwakilan perempuan di legislatif pada pemilu yang akan datang.

Kegiatan ini menghadirkan instruktur tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang juga pakar bidang politik, Drs. Marianus Kleden, M.Si. Dalam raker inipun d iputuskan untuk pelaksanaan raker tahun 2018 mendatang, Flores Timur menjadi tuan rumah.(*)

Penulis: Edy Hayon Editor: agustinus_sape Sumber: Pos Kupang Ikuti kami di Tak Tampan Apalagi Gagah, Tukang Pijat Ini Malah Disenangi Banyak Wanita Cantik, Ini Rahasianya! Sumber: Google News | Warta 24 Flores Timur

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »