www.AlvinAdam.com

WARTA 24 NUSA TENGGARA TIMUR

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Sebelum Rumah Terbakar Hendri Dengar Lemparan Batu

Posted by On 21.07

Sebelum Rumah Terbakar Hendri Dengar Lemparan Batu

Sebelum Rumah Terbakar Hendri Dengar Lemparan Batu

Pihak kepolisian dari Polres Kupang Kota terus memburu pelaku pembakaran sebuah bangunan semi permanen di Maulafa.

Sebelum Rumah Terbakar Hendri Dengar Lemparan BatuISTIMEWABangunan semi permanen yang terbakar diberi garis polisi. Bangunan ini diduga dibakar oleh kelompok pemuda tertentu pada Senin (25/12/2017) pagi.

POS KUPANG.COM, KUPANG - Pihak kepolisian dari Polres Kupang Kota terus memburu pelaku pembakaran sebuah bangunan semi permanen, yakni tempat pangkas rambut dan laundry pakaian di Jalan Amabi RT 007 RW 003, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Senin (25/12/2017) sekitar pukul 04.30 Wita.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon CN, Kamis (28/12/2017), menjelaskan, hingga saat ini pelaku masih dalam lidik. "Pelaku masih lidik. Saya sudah perintahkan anggota untuk mencari dan menangkap pelaku pembakaran," ujar Anthon.

Kebakaran rumah ini diduga dilakukan oleh kelompok pemuda dari kampung tertentu. Akibat kebakaran tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 30 juta. Tiga buah mesin cuci, dua unit speaker aktif, alat pemotong rambut dan pakaian laundry ikut hangus terbakar. Namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Menurut keterangan salah satu saksi, Hendri Fayol Bana (35), ia terbangun karena mendengar adanya bunyi lemparan batu. Ia kemudian melihat dari dalam rumah melalui jendela jika ada anak muda berjumlah sekitar 20 orang yang sedang melempar rumah warga dan berteriak membakar rumah. Saksi kemudian keluar dan melihat anak-anak muda tersebut berjalan ke arah Jalan Fetor Foenay sambil melempar rumah warga sekitar.

Bangunan yang dibakar merupakan bangunan milik Rafli Tabelak (31) yang disewakan kepada David Langga. David Langga diketahui sedang berlibur di Kabupaten Rote Ndao.

Menurut keterangan Rafli kepada polisi, awalnya ia mendengar adanya suara lemparan batu di rumah miliknya dan mendengar teriakan untuk melempar dan membakar. Beberapa saat kemudian, Rafli melihat api mulai menyala di bangunan semi permanen miliknya. Ia pun berteriak meminta tolong.

Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkot Kupang dikerahkan untuk memadamkan api. Pukul 05.15 Wita api pun berhasil dipadamkan. (aa)

Penulis: Eflin Rote Editor: Kanis_Jehola Sumber: Pos Kupang Cetak Ikuti kami di Ngotot Pilih Jalur Sendiri, Sopir Taksi Online Turunkan Wanita dan Ketiga Anaknya di Pinggir Jalan Sumber: Google News | Warta 24 Rote Ndao

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »