www.AlvinAdam.com

WARTA 24 NUSA TENGGARA TIMUR

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Bhakti Sosial Umat Lintas Agama Wujud Nyata Nusa Tertinggi ...

Posted by On 21.01

Bhakti Sosial Umat Lintas Agama Wujud Nyata Nusa Tertinggi ...

Bhakti Sosial Umat Lintas Agama Wujud Nyata Nusa Tertinggi Toleransi

Peserta yang terlibat dalam program ini sepenuhnya sadar dan memiliki kehendak yang bebas bahwa mereka datang untuk bekerja.

Bhakti Sosial Umat Lintas Agama Wujud Nyata Nusa Tertinggi ToleransiPOS KUPANG/ANDRI ATAGORANAnggota FKUB NTT, Pdt. Ince Ay Touselak menyerahkan sekop kepada Diakon Joan Bria sebagai simbol berakhirnya bhakti sosial di Gereja Sta. Familia Sikumana Kupang, Sabtu (9/12/2017). Penyerahan disaksikan Ketua FKUB Maria Theresia.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Andri Atagoran

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Gereja Katolik Sta. Familia Sikumana Kupang menjadi lokasi bhakti sosi al Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi NTT, Sabtu (9/12/2017).

Bhakti sosial melibatkan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Kupang, Fakultas Teologi Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, dan mahasiswa Fakultas Filsafat Unwira Kupang.

Mahasiswa sangat antusias, membersihkan dan menanam pohon cendana di area gereja tersebut.

Diakon Joan Bria mengatakan, kegiatan seperti ini baik adanya dan sesuai dengan pesan Paus Fransiskus bahwa mengasihi orang tidak saja dengan kata-kata tetapi lebih kepada perbuatan.

"NTT dikategorikan sebagai daerah dengan tingkat toleransi tertinggi merupakan predikat yang diberikan kepada kita, akan tetapi itu hanya sebatas pengandaian jika tanpa wujud nyata dari tindakan kita," kata Joan.

Dia menjelaskan pesan toleransi seperti ini tidak akan sampai ke tujuannya yaitu semua umat beragama jika tidak ada star awal.

"Walaupun hal ini dilakukan oleh segelintir orang tetapi dalam k onsep mempertemukan orang yang berbeda untuk mengerjakan hal yang sama dalam intensi yang baik," katanya.

Joan menambahkan, peserta yang terlibat dalam program ini sepenuhnya sadar dan memiliki kehendak yang bebas bahwa mereka datang untuk bekerja.

"Maka diharapkan sepulangnya dari kegiatan ini mereka pasti berusaha untuk meneruskan pesan ini ke komunitas atau kelompok doa mereka bahwa sesungguhnya hidup berdampingan dan rukun itu merupakan hal yang baik," tandasnya.

Ketua FKUB NTT, Maria Theresia mengatakan, bhakti sosial ini adalah kegiatan yang terakhir dari rangkaian kegiatan FKUB selama 2017.

"Sebelumnya kami memulai dengan lomba jalan santai kerukunan, lomba pidato kerukunan, hymne dan mars kerukunan," kata Maria.

Dua agenda kegiatan yang dilaksanakan FKUB pada hari itu adalah menanam pohon cendana di halaman rumah ibadat serta membersihkan lingkungan rumah ibadat, dan mempelajari tata ruang rumah ibadah.

" ;Kaum muda juga perlu tahu tata ruang ibadat setiap agama dan kegunaannya untuk apa dan pada intinya kita akan berpatokan pasa situasi konkrit seperti ini yang akan terus dipupuk oleh masyarakat NTT, ini yang harus dipelihara," kata Maria.

Rumah ibadat lainnya yang menjadi tempat kegiatan FKUB adalah Gereja GMIT Kaisaria BTN, Masjid Darul Hijrah Kolhua Kupang, dan Pura Agung Giri Kerta Buana BTN-Kolhua.(*)

Penulis: Andri Atagoran Editor: Alfons Nedabang Sumber: Pos Kupang Ikuti kami di Wanita Ini Bongkar Perselingkuhan, Sebarkan Foto Syur Suami Bersama Siswi SMA di Ranjang Sumber: Google News | Warta 24 Kupang

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »