www.AlvinAdam.com


Warta 24 Nusa Tenggara Timur

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Benarkah Peluang Juara Chelsea Sudah Berakhir?

Posted by On 19.09

Benarkah Peluang Juara Chelsea Sudah Berakhir?

Ada sesuatu yang salah dengan Chelsea di musim ini. Hari Sabtu (9/12) kemarin, The Blues mengalami kekalahan mengejutkan dari rival sekota, West Ham United, yang tengah terseok di papan bawah klasemen sementara Liga Primer Inggris. Eden Hazard dan kolega dibuat frustrasi oleh penampilan solid Angelo Ogbonna dan Adrian San Miguel, hingga tak mampu mencetak gol barang sebiji pun.

Di lain pihak, Marko Arnautovic berhasil mengakhiri paceklik golnya dengan brillian, dan memberikan The Hammers tiga poin yang sangat mereka butuhkan. Pasca-laga berakhir, manajer Chelsea, Antonio Conte mengucapkan sesuatu yang menegaskan bahwa kondisi timnya sedang tidak baik saat ini.

Secara lengkapnya, dikutip dari Guardian, mantan manajer timnas Italia itu mengungkapkan bahwa kesempatan timnya untuk mempertahankan gelar juara Liga Primer Inggris sudah tertutup, karena start buruk yang mereka jalani.

“Untuk membicarakan gelar juara rasanya tidak mungkin, terutama karena kami telah kalah empat kali hanya dalam 16 pertandingan. Berdasarkan pengalaman saya, apabila tim Anda ingin bersaing dalam perebutan gelar juara, Anda hanya dapat kalah sekali atau dua kali dalam pertengahan awal musim. Apabila Anda telah menjalani 16 laga dan mengalami empat kekalahan, artinya Anda tak pernah benar-benar menjadi kandidat juara. Saya sudah bilang bahwa musim ini akan berjalan sangat sulit, dan inilah kenyataannya. Apabila Anda ingin juara, Anda harus mendapatkan hasil baik secara konsisten. Hal ini tak kami miliki di musim ini.”

Ucapan Conte itu bisa menjadi pertanda bahwa ia telah menyerah. Namun apabila dilihat dari sudut pandang berbeda, bisa saja ia memiliki maksud lain dalam kata-kata yang ia lontarkan tersebut.

Yang pertama t entu saja adalah kemungkinan bahwa Conte hanya ingin bersikap realistis. Saat ini, jarak timnya dengan pemuncak klasemen, Manchester City, sudah berada di angka 11 poin, dan bahkan City masih menyisakan satu laga hingga tulisan ini dibuat. Jarak sebesar itu, dengan pertimbangan performa City di bawah asuhan Pep Guardiola yang luar biasa dominan, akan sulit terkejar oleh Conte yang hingga saat ini, skuatnya tak menunjukkan performa konsisten seperi yang telah ia katakan.

Dalam hal ini, bisa jadi Conte ingin mengalihkan fokus skuatnya ke piala-piala sistem gugur yang masih tersisa, seperti Piala FA dan tentunya Liga Champions. Kita masih ingat bagaimana ketika The Blues menjadi juara Liga Champions dan Piala FA di tahun 2012, mereka tak tampil bagus di liga domestik dan hanya finis di posisi enam klasemen.

Hal serupa juga terjadi pada Manchester United musim lalu, ketika Jose Mourinho benar-benar berfokus untuk memenangkan Liga Europa dan meninggalkan peluang ju ara di Liga Primer Inggris. Dengan mengucapkan bahwa skuatnya tak memiliki lagi peluang di liga, Conte ingin mengalihkan ekspektasi suporter dari yang tadinya mempertahankan gelar Liga Primer Inggris ke hal lain.

Kemungkinan kedua adalah bahwa Conte merasa kecewa dengan skuatnya, dan mengonfirmasi rumor bahwa ia sedang tidak bahagia. Seperti yang telah kita ketahui, manajer berusia 48 tahun tersebut sangat kecewa dengan penjualan Nemanja Matic di awal musim ini. Pemain yang digadang-gadang menjadi pengganti Matic, Tiemoue Bakayoko, tampil jauh di bawah harapan sepanjang musim ini berlangsung.

Selain itu, perseteruan dengan Diego Costa juga memengaruhi keadaan skuat, karena Alvaro Morata tentunya membutuhkan saingan yang setara di lini depan, dan Michy Batshuayi belum memenuhi kriteria tersebut. Gosip pun sempat berembus bahwa Conte tak bahagia dan akan segera dicopot oleh Roman Abramovich, dan perkataannya usai laga melawan West Ham bisa menjadi sinyal akan kebenaran k ondisi ini.

Kemungkinan ketiga diringkas dengan sempurna oleh @arsenalskitchen di twit ini.

Secara tersirat, Conte mungkin bermaksud memotivasi skuatnya dari ucapannya ini. Sehubungan dengan poin kedua, ia merasa tak puas, dan ia ingin pemain asuhannya untuk menunjukkan kemampuan mereka dengan lebih baik lagi. Kritikan yang diucapkan di depan publik memang berisiko tinggi, namun sepertinya Conte merasa bahwa cara ini harus ia tempuh demi membangkitkan mental dan semangat timnya.

Luke Shaw baru-baru ini membuktikan bahwa kritikan yang diberikan Mourinho ke media terhadapnya menjadi lecutan untuk tampil baik ketika diberi kesempatan tampil melawan CSKA Moskow di Liga Champions tengah pekan lalu.

Meskipun begitu, seperti yang @arsenalskitchen sudah jelaskan, bahwa cara ini bisa menjadi pedang bermata dua apabila Conte tak pintar mengatur mood anak asuhnya, karena bisa saja mereka menjadi 100 persen kehilangan motivasi, dan bobrok di semua kompetisi. Apabila hal itu terjadi, Conte tentunya berpeluang untuk kehilangan jabatannya lebih cepat.

Author: Ganesha Arif Lesmana (@ganesharif)
Penggemar sepak bola dan basket

Sumber: Google News | Warta 24 Malaka

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »